CORETANKU

Jadilah Kuat betapapun beratnya masalah,
jadilah tegar betapapun banyaknya rintangan.
dan jadilah berkat betapapun sulitnya bertahan

Selasa, 05 Januari 2016

Begitulah Cinta

Cinta
Datang begitu saja
Pergi dengan meninggalkan janji
Layaknya dedaunan yang mencintai angin
Tak tampak namun bisa dirasakan
Bisa membuat orang tertawa dan menangis
Membuat orang bahagia dan bersedih
Membuat melupakan semua dan mengutamakannya
Begitulah cinta
Sederhana namun penuh arti
Penuh teka teki namun tetap dijalani
Yah,
Begitulah cinta


Kata Hati

Sore senja
Di sudut Jogja
Terucap doa
Kau tau isi hati ini
Dan bila itu tak terungkap
Tetap kunikmati
Rasa jatuh cinta sendiri
Tak mampu ku ungkap segalanya

Ijinkan ku mengungkap segala rasa
Biarkan kata hati bicara
Dan bila kita tercipta untuk bersama
Biarkan kata hati yang tunjukkan

Mungkin nanti
Akan kusesali
Hari ini
Ku diam dan tlah kulakukan
Tak mampu ku ungkap segalanya

Jumat, 01 Januari 2016

Pelukan terakhir

     Aku Helen, seorang karyawati di kota ibu kota. Kisah cerita cintaku setelah putus dengan mantan yang memiliki hobby yang unik (menjadi gamers sejati) selalu berujung tak karuan, atau bahkan hanya sebentar saja. Beberapa kali setelah aku putus dengan Itok ( mantanku si gamers) aku mencoba membuka hati untuk orang lain. Setelah putus dengan Itok. Aku memiliki 3 mantan. Dan akhirnya bertemu dengan seseorang yang umurnya jauh lebih tua dari aku. Sekitar terpaut 6tahun.
     Bermula dari curhat dan hobby yang sama, bernyanyi dan ikut kegiatan yang sama. Setiap pagi selalu ada voice note darinya untukku entah lagu atau ucapan selamat pagi. awalnya risi berhubungan dengan orang yang jauh lebih tua dariku.
     Suatu pagi ketika tak ada voice note atau salam selamat pagi darinya. Aku merasa rindu. Dan muncul berbagai pertanyaan 5W 1H. "Kenapa aku merindukannya? Apa aku menyukainya?  Bagaimana bisa ini terjadi? Mengapa aku menyukainya? Dimana hati dan pikiranku saat itu? Dan sejak kapan aku merasa kan hal ini?"
     Sampai pada akhirnya kita bertemu di suatu tempat. Ketika ada mobil yang menunggu di depan kantorku, di balik kaca mobil terlempar senyum indah Tian. Dia menghampiriku, mencium tanganku dan membukanan pintu mobil untukku. Yang membuat terkejut adalah ada rangkain bunga lily di dalam mobil. Aku tersipu malu dan bertanya dalam hati, darimana Tian tau aku menyukai bunga lily? "Kamu selalu melukis bunga lily kan, makanya aku membelikan bunga lily." tiba tiba kalimat itu muncul dari bibir Tian.Ya Tuhan kenapa dia bisa membaca pikiranku. Aku hanya melemparkan senyum pada Tian. Mobil melaju menuju tempat makan yang tak jauh dari tempatku bekerja. Ketika jalan menuju tempat makan yang awalnya kita janjikan, aku melihat dijalan ada tempat makan yang menyediakan pete. Mataku dan perutku tak karuan melihatnya. Berasa ingin meminta turun dan makan disana. Karna selama kerja aku dan beberapa rekan kerja yang mencintai pete menahan diri karna kita punya kesepakatan dengan karyawan lain untuk tidak makan pete karna takut kencingnya bau. Dan hanya bisa makan pete saat weekend saja. Ketika Tian melihat ku. Dia langsung memutar balik mobilnya dan bertanya " kamu mau makan di tempat tadi?" Hahh lagi lagi dia tau yang aku mau dan yang aku pikirkan. "Iya aku suka pete dan udah lama ga makan pete. Tapi kamu gapapa aku makan pete?" Tanyaku sambil bercanda dan muka tanpa dosa. "Iya gapapa. Memang ada yang salah kalau makan pete?" Jawabnya. Aku semakin malu. Akhirnya kita makan ditempat itu. Selesai makan kita pulang.
     Setiap hari kita komunikasi dan dia menyatakan perasaannya padaku, tapi tak pernah memintaku untuk menjadi pacarnya. Suatu malam badanku demam. Tidak ada orang di kosku. Tiba tiba ada klakson mobil di depan kos. Aku mau membuka pintu tapi badan tak kuat berdiri. Akhirnya aku diamkan. Sejam kemudian teman kosku datang dan membawakan bakpao dan nasi goreng babat untukku. "Wah kebetulan banget aku laper dan lupa ga nitip makan ke kamu Ya." (Tya nama teman kosku). "Lah ini yang ngebeliin bukan aku tapi cowok lo." Hahhh cowokku aku aja ga punya cowo batinku.  "Hahh maksud kamu Tian?" tanyaku. "Iya Tian, dia baru aja pulang tu, katanya daritadi dia nunggu di depan tapi ga ada yang bukain pintu". Astaga jadi yang daritadi klakson mobil itu Tian. Lagi-lagi dia tau yang aku mau. Aku langsung menghubungi Tian.. aku mengirim voice note yg isinya ucapan trimakasih. Langsung ada telp dari Tian. "Kamu sakit? Kok suaranya berat gitu" "memang batu, bisa berat gitu?" Jawabku bercanda. "Lah ditanya malah bercanda, udah ke dokter? Atau perlu aku anter?" Belum sempet aku menutup telp tiba-tiba ada klakson mobil di depan kos dan suara itu juga terdengar dari seberang telp. "Bukakan pintu" kata Tian. Badanku masih berat untuk keluar kos, maka Tya yang membukakan pintu. Tian masuk dan mengajakku untuk berobat. Aku ga mau karna aku takut dengan obat dan jarum suntik. Tian tak bisa memaksaku lalu Tian menyuapiku makanan yang tadi dia bawa dan bakpao isi kacang itam. Bakpao kesukaanku. Setelah makan aku agak enakan.
     Hari hari berikutnya kita makin akrab, dia mengajakku makan jagung bakar. Setiap dia menjemputku selalu ada bunga lily di mobilnya. sampai suatu hari ada rangkaian bunga lily di meja kantorku dan tak ada nama pengirimnya. Aku tau itu pasti Tian. Maka aku menghubungi Tian. Ternyata hp nya tak aktif dan sampai malam dia sama sekali tak menghubungiku. Hari berikutnya aku memutuskan untuk menghubunginya kembali dan tetap tak aktif sampai seminggu, sebulan dan 3bulan dia tak menghubungiku.
     Aku mengambil cuti 3hari untuk pulang ke kampung halaman.. sampai rumah ada kiriman bunga lily dirumah. Aku heran siapa yang mengirimkan bunga itu dan kalau mas Tian jelas bukan karna dia tak tahu kalau aku pulang kampung halaman. Kebetulan di kampung halaman ada acara gereja dan aku diminta untuk bantu tugas koor di hari H. Ketika hari H aku ketempat itu untuk tugas koor (paduan suara) ternyata ada Tian disana, aku terkejut dan bingung harus bagaimana. Lalu aku memutuskan untuk biasa saja seperti tidak ada apa-apa. Ketika ada sesi untuk saling berjabat tangan satu sama lain. Kita sempat berjabat tangan dan yang mengejutkan adalah dia memelukku erat dan berbisik lirihdi telingaku "terimakasih untuk semuanya. Maaf jika ada salah. Bulan depan aku akan menikah" aku tak tau harus seperti apa. Spontan air mata menetes di pipiku. Dan dia meninggalkanku. Aku hanya bisa memandang punggungnya. Aku menangis tersedu dan aku meninggalkan lokasi gereja. Dan semenjak itu dia tak pernah menghubungiku lagi tapi selalu ada bunga lily di kos atau tempat kerjaku sampai saat hari pernikahannya.